Sabtu, 30 Agustus 2014

PRINSIP KERJA HIDROLIK

Masalah pemeliharaan pada system hydraulik adalah hal yang sangat  penting untuk menjamin system hidraulik bekerja dengan benar sesuai prosedur yang ada. Hal ini untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang disebabkan system hidraulik tidak bekerja dengan baik. Untuk itu kita perlu mengetahui prinsip dasar dari system hidraulik seperti pada gambar dibawah ini.



                            

Gambar. 1. Prinsip dasar system hidraulik
Kita membebani piston dari pompa piston tinggal dengan gaya tertentu. Makin kuat kita menekan piston, makin kuat gaya pada piston, maka tekanan makin meningkat. Tekanan meningkat berdasarkan luas dari silinder dan dapat mengalah lan beban. Kecepatan gerak beban  hanya tergantung pada volume fluida yang dimaksudkan ke selinder. Hal ini bahwa makin cepat piston diturunkan ke bawah, makin bannyak fluida per satuan waktu yang dialirkan ke dalam silinder. Sehingga beban akan terangkat lebih cepat.

Flowchart: Alternate Process: HASIL BERUPA ENERGI MEKANIKFlowchart: Delay: PENGUBAH ENERGI HYDRAULIC MENJADI  MEKANIKFlowchart: Delay: PENGUBAH ENERGI  MEKANIK MENJADI ENERGI HIDRULICFlowchart: Alternate Process: SUMBER ENERGI MEKANIK
              



            
                                                 
 
                         
Flowchart: Terminator: FLUIDA                                                                          
  
                                                                                             

                

Gambar.2.  Bagan dari system hidraulik
Sumber energi mekanik dapat berupa :
1.    Gerakan tekan dari tangan
2.    Gerakan tekan dari kaki
3.    Gerakan putar engine
4.    Gerakan putar motor listrik
5.    Dan lain-lainnya
Pengubah energi mekanik menjadi energi hidraulik:
1.    Pompa piston aksial
2.    Pompa piston radial
3.    Pompa roda gigi
4.    Pompa sudu / vane
5.    Pompa sekrup
Fluida yang digunakan dapat digolongkan dalam dua jenis:
1.    Fire Resistance Oils
                  2.  Hydraulic Mineral Oils
Pengubah energi hidraulik menjadi energi mekanik:
1.    Silinder kerja tunggal
2.    Silinder kerja ganda
Dari uraian dan gambar di atas dapat dilihat bahwa ada tiga bagian utama dari system hidraulik yaitu: Unit penghasil energi hidraulik, Fluida dan katup-katup, Unit pengubah energi hidraulik menjadi mekanik. Sehingga masalah pemeliharaan system hidraulik harus dilakukan secara berkala pada tiga unit tersebut.

1. Pompa Hidraulik
Pada unit penghasil energi hidraulik, yang perlu diperhatikan adalah kebersihan dari unit pompa sebab bila pompa mengalami gangguan karena adanya kotoran yang ikut terbawa oleh fluida dapat merusak atau menimbulkan kebocoran hal ini dapat mengurangi tenaga tekanan hidraulik yang diberikan oleh pompa. Karena pompa dibuat sangat presisi sekali sehingga kebersihannya perlu dijaga, untuk melindungi unit pompa hidraulik dari kotoran-kotoran yang terbawa oleh fluida pada system dilengkapi dengan filter-filter yang mempunyai lubang yang sangat kecil sekali atara 40 sampai 75 mikron. Oleh sebab itu filter perlu diperiksa umu r pemakaiannya, dijaga kebersihannya atau bila telah melampaui batas usia pakai perlu diganti segera atau sesua petunjuk dari pabrik pembuat system hidraulik. Komponen-komponen system hidraulik sangat peka sekali terhadap kotoran, bila harus membongkar unit pompa hidraulik jangan dilakukan pada tempat yang kotor tetapi harus pada tempat yang bersih.









 Gambar. 3. Jenis-jenis FILTER

Pompa  hidraulik mempunyai prasaratan perawatan yang tersendiri sesuai dengan jenis dan pabrik pembuatnya. Pada umumnya pompa hidraulik digerakan dengan sabuk (belt) sehingga membutuhkan pemeriksaan kondisi dan tegangan sabuk harus  secara berkala. Agar keausan dan keretakan sabuk dapat diketahui lebih dini mencegah putus saat sedang bekerja. Tegangan sabuk harus sesuai sfesifikasi dari pabrik mencegah timbulnya slip dan panas pada system hidraulik.
 







                Gambar. 4.  Pompa hidraulik

2. FLUIDA
Pada system hidraulik menggunakan fluida sebagai media untuk pemindahan, pengaturan dan gerakan-gerakan pengendalian. Sehingga persoalan fluida (minyak hidraulik) bertanggung jawab atas terjadinya kegagalan yang terjadi pada system hidraulik. Oleh sebab itu pemeriksaan secara teratur pada themperatur, kondisi dan ketinggian fluida adalah hal yang amat sangat penting dilakukan oleh seorang tehnisi. Panas yang tinggi dapat terjadi karena aliran yang keluar dengan penurunan tekanan yang besar, sehingga energi yang hilang berubah menjadi panas. Jadi agar system hidraulik dapat selalu bekerja pada suhu normal, bukan hanya oil cooler saja yang harus berfungsi dengan baik, tetapi juga seluruh permukaan komponen dari system hidraulik harus selalu bersih supaya panas bisa memancar keluar dengan baik. Menjaga agar system hidraulik dalam keadaan bersih adalah hal yang terbaik, selain kebersihan system selalu terjaga kemungkinan adanya gangguan dan kerusakan pada komponen dapat diketahui lebih dini. 








a. oil cooler pendingin air                     b. oil cooler pendingin udara
                             Gambar. 5.   oil cooler

Kondisi fluida dalam sebuah system hidraulik sangat penting dalam hal memepertahankan reiabilitasnya, karena fluida yang kotor, teroksidasi atau terkontaminasi oleh air akan membentuk suatu endapan bergetah dan lengket. Endapan ini dapat menghambat lubang-lubang kecil . Fluida harus stabil secara kimia dan tidak mengalami oksidasi. Temperatur fluida sangat mempengaruhi laju oksidasi karena oksidasi naik secara cepat dengan bertambahnya temperatur. Untuk itu perlu kiranya mengetahui jenis-jenis fluida yang digunakan pada industri dan teknik otomotif secara garis besar dapat digulongkan dalam dua jenis utama yaitu:
a.   Fire Resistance Oils
Digunakan terutama pada industri dimana bahaya api sangat tinggi atau dimana api dapat mengakibatkan malapetaka. Dalam penggunaan fluida jenis ini tergantung pada, tingkat resistance kebakaran, temperatur range, kesehatan pekerja dan lain – lainnya. Fire Resistance Oils dapat diklasifikasikan dalam 3 katagori yaitu:

a.1. Water Based Fluids
Yaitu berupa cairan yang terdiri dari minyak yang larut ke dalam  35% air digunakan untuk temperatur kerja dibawah 60 derajat Celcius
a.2. Water Containing Fluids
Yaitu berupa cairan yang terdiri dari air yang bersatu dengan minyak atau air bersatu dengan zat glycol
a.3. Synthetic Fluids
Yaitu berupa cairan yang terdirir dari larutan semacam phospat atau campuran phospat dengan mineral oil. Dapat merusak seal dan cat pada engine, tetapi temperaur kerjanya tinggi dapat mencapai maksimum 150 derajat Celcius.

b.   Hydraulic Mineral Oils
Digunakan secara luas dalam system pelumasan hidraulik mesin industri dan automotive. Hydaulic Mineral Oils dikelompokan dalam 6 katagori yaitu.

b.1. Straight Meneral Oils
Fluida ini tidak berisi additive sehingga cocok untuk pelumasan pada dongkrak hidraulik yang biasa dan peralatan mesin cetak, tetapi belum digunakan secara luas.
b.2. Rust and Oxidation (R & O) Oils
Fluida ini mengandung additive anti karat dan anti oksidasi serta kadang – kadang mengandung pula additive anti busa. Fluida ini cocok dugunakan untuk pompa – pompa yang tidak mengharuskan menggunakan anti wear.
b.3. Anti Wear Oils
Fluida ini pada dasarnya adalah fluida R & O yang ditambah dengan anti wear additive dan dianggap sebagai fluida pelumas mutu tinggi. Fluida ini sangat banyak digunakan orang sebagai pelumas.
b.4. Improvid V.I. Oils
Fluida ini mengandung additive viscosity index improver disamping mengandung pula additive – additive lainnya seperti pada fluida sebelumnya. Fluida ini digunakan pada operasi temperatur range yang luas pada mesin yang memerlukan pengontrolan yang cermat.
b.5. Combined Hydraulic / Slideway Oils
Pada dasarnya fluida ini termasuk ke dalam fluida katagori b.3. namun ditambah dengan additive pencegah gesekan.
b.6. Automatc Tramsmission Fluids
Fluida ini memiliki viscosity index yang tinggi sekali dan ditambah dengan additive yang sifetnya mengubah jalannya pergeseran untuk penyerasiaan. Fluida ini hanya digunakan untuk kendaraan berat dan mobil yang menggunakan transmisi otomatis dan fower steering.

Fluida dalam system hidraulik digunakan untuk mengangkut energi dan menghasilkan gaya yang dibutuhkan pada pada actuator. Mengingat hal tersebut maka perawatan pada fluida hidraulik menjadi sangat penting. Sehingga perlu dibuatkan jadwal khusus untuk pemeriksaan dan penggantian fluida (minyak hidraulik).    
Kehandalan system hidraulik sangat dipengaruhi oleh keadaan fluida. Kontaminasi dengan kotoran dan oksigen dalam udara akan menyebabkan perubahan yang mengganggu karakteristik serta membentuk Lumpur atau perekat. Keadaan ini akan menurunkan kemampuan fluida yang akan menyebabkan kerusakan pada system hidraulik.
Untuk menjaga agar keadaan fluida tetap baik, lakukanlah penyimpanan sesuai petunjuk pabrik atau lakukan sebagai berikut:
*   Simpanlah fluida dalam drum dan tempatkan dibawah atap
*   Sebelum mebuka drum bersihkan dahulu permukaan drum
*   Untuk mengambil fluida dari drum gunakan jerigen (wadah),
   selang yang bersih dan saringan.
*  Perhatikan kelembaban udara pada ruangan penyimpanan.
Jangan mencampur cairan/fluida hydraulic dengan minyak plumas atau cairan pembersih. Untuk mengisi fluida pada reservoir gunakan wadah yang bersih. Hindari terjadinya tumpahan fluida/cairan hydraulic saat mengisi,bila tumpah bersihkan langsung dengan air.
Untuk fluda /cairan hydraulic bekas jangan membuang langsung ke tanah atau air karena dapat menimbulkan polusi lingkungan.
                                    Gambar. 6  Jangan membuang fluida ke tanah/air

Tidak ada komentar:

Posting Komentar